Selasa, 07 Januari 2025

MALAM TAHUN BARU. AKU, KAMU DAN PURWOKERTO

Selasa pagi kita berdua dibikin bingung oleh sebuah rencana antara memilih tahun baru dirumah atau merayakanya bersama, aku yang berada di dalam radius 20km dari purwokerto sebenarnya bisa-bisa saja untuk merayakan bersama denganmu, tapi saat itu ada suatu masalah finansial yang membuatku berfikir dua kali, serta aku yang di hadapkan dengan acara keluarga yaitu tasyakuran rumah baru saudaraku, juga hujan yang hampir mengguyur selruh kota yang ada di jawa tengah tak kunjung berhenti dari siang menjelang malam. Hari memasuki mahrib hujan tak kunjung juga reda, aku terpaksa menggunakan mantel untuk menuju acara tasyakuran rumah baru saudaraku, jaraknya kurang lebih 15 menit dari rumahku. Aku sengaja menggunakan motor karena apabila hujan telah reda aku bisa langsung menuju tempat selanjutnya, kalaupun tidak setidaknya aku telah bersiap untuk rencana yang tak terduga nantinya, itu juga alasan aku menolak tawaran dari keluarga untuk berangkat bersama memakai mobil, dan juga menolak ajakan bareng dari saudaraku untuk bersama menuju tempat membonceng dibelakangnya. Sekitar pukul 19,00 aku sampai di tempat rumah baru saudaraku, tempatnya nyaman luas juga gampang akses sepeda motor atau mobil, lokasinya yang berada di komplek perumahan memudahkan akses segalanya, acara berlangsung pukul 20.00 setelah menunggu rombongan mobil keluarga yang tadi menawarkan untuk bareng saja, ini yang tak aku sukai ketika pergi bersama yaitu kedatangan yang selalu lebih lambat. Ketika pakai motor aku bisa dengan leluasa mengatur tempo gas atau bisa juga mampir kesana kemari seenaknya tanpa memikirkan siapapun. Acara berlangsung sebentar hanya di isi pidato dan doa singkat, selebihnya adalah acara makan-makan, ya. Ini merupakan acara inti yang sebenarnya. Perut yang dari tadi siang belum di isi rasanya seakan akan memanggil manggil makanan yang tersaji apik di meja belakang, tanpa basa-basi akupun bergegas ke belakang. Satu dada ayam , sayur kentang, aku gabungkan dalam piring yang sebelumnya telah terisi setumpuk nasi putih hangat, lauk oseng tempe dan mie bihun disebelahnya sengaja aku abaikan, bosan rasanya mengunyah dua lauk itu. Dengan lahap aku menyantapnya tanpa pikir panjang, suap demi suap masuk dalam mulut mungil ini perutpun terisi kenyang sudah rasanya, setelah menyantap makanan dan hidangan yang tersaji sebelumnya, aku merogoh tasku, mencari satu batang kretek untuk aku hisap dan dinikmati setelah makan, kretek memang menjadi pendamping pasca makan yang sangat cocok, apalagi posisi sekarang tengah diguyur hujan begini pasti rasanya akan terasa lebih nikmat dan hangat apalagi dengan ditambah secangkir teh hangat, ah syahdu syekali malam ini. Akupun terlena akan semuanya hujan kembali mengguyur deras kota purbalingga, seketika pikiranku beralih kepada sosok kamu, yang sekarang berada di purwokerto, aku tengah berusaha untuk menemuinya setelah acara ini tapi, hujan masih belum reda. Akhirnya aku memutuskan untuk memberanikan diri mengabarkan bahwa hujan tidak hujan aku akan ke purwokerto setelah ini selesai. Tahun baru cuman sekali lagipun ini pergantian tahun dimana aku tengah bersama seseorang yang aku cintai, entah tahun berikutnya sama atau tidak dan masih di tempat yang sama atau tidak. Kita tak pernah tau tapi, pasti aku berusaha untuk mewujudkan itu tetap terealisaiskan bersama kamu, entah di kota purwokerto lagi atau kota-kota lainya. Acara selesai pukul 21.00 akupun bergegas untuk otw kepurwokerto sekitar 45 menit aku sampai, yah malam yang biasanya sepi kini ramai kendaraan orang-orang berbondong-bondong untuk bisa merayakan malam pergantian tahun baru bersama orang yang dicintainya, entah itu melihat kembang api atau melakukan hal lainya. Dalam keadaan jalanan setelag di guyur hujan membuat tubuh terasa dingin apalagi jaket yang kukenakan adalah jaket levis yang sama sekali tidak mampu menolak udara dingin, levis bersifat menyerap ketubuh dan tubuhpun merasakan dinginya malam setelah hujan, benar saja setibanya aku di kost mu, tubuhku menggigil, suaraku berat seperti mau flu, tapi kataku aku gakpapa aku kuat, masa di depan orang yang aku sukai aku terlihat lemah. Kitapun berbincang-bincang dulu di depan bibir teras kost dengan lalu lalang kendaraan dan udara yang sejuk membuat semua terasa lebih syahdu, obrolan singkat yang selalu sederhana itu mampu menghangatkan suasana, memang benar mengobrol denganmu disuatu malam adalah obrolan yang selalu ku rindu meski isinya entah apalah itu, tapi itu terasa nyaman dan membuatku betah untuk selalu mendengarkanya. Setelah beberapa perbincangan kecil kita putuskan untuk keluar melihat kota yang penuh lautan manusia yang rela untuk begadang demi menyaksikan pergantian tahun. Aku dengan posisi yang ternyata masih dingin terpaksa untuk meninjam kaos kaki dan jaket darimu supaya tubuh lebih hangat dan tidak sakit nantinya. Setelah itu kitapun keluar bersama mengunjungi suatu kedai cina di depan kampus unsud, aku memesan susu sapi segar murni hangat dengan indomie goreng, dan kau teh tarik hangat dengan pisang kebo (pisang coklat keju). Melontarkan berbagai gurauan kecil juga tebak-tebakan klise sembari menunggu pesanan tiba, tak sampai 5 menit pesanan datang di meja kita berdua langsung saja kunikmati susu segar murni hangat yang sembari tadi telah mengisi imajinasi di kepala, ahh betapa hangatnya susu ini enak sekali rasanya setelah hujan yang dingin meminum susu hangat murni dengan makan indomie goreng serta ditemani kamu orang yang selama ini aku jadikan alasan untuk selalu merindukan purwokerto. Baru saja sebentar kita menikmati makanan jam menunjukan pukul 23.55 lima menit lagi pergantian tahun akupun bergegas untuk pergi niatnya ingin menyaksikan kembang api di salah satu icon kota purwokerto, tapi na’as ternyata tak keburu hitungan mundur pun telah terdengar di sekeliling kita pada saat menuju tempat yang dinantikan, 5,4,3,2,1 boommmm. ratusan kembang api menyala dari ujung ke ujung hampir memenuhi langit-langit malam itu, suaranyapun terdengar menggelegar di telinga, ragamnya pun rupa-rupa bentuknya. Tepat di salah satu jalan persimpangan kita berhenti menyaksikan indahnya kembang api yang menjulang indah memenuhi langit-langit kota purwokerto sejenak kita mengabadikan moment dengan berfoto juga mengambil vidio. Kamu terlihat senang sekali waktu itu, katamu ini kali pertamanya kamu merayakan pergantian tahun baru di purwokerto juga pertama kalinya keluar malam dan yang paling penting adalah pertama kalinya melakukan itu semuua bersama orang yang kamu cintai. Aku jelas senang melihatmu bahagia tertawa itu adalah sebuah aset berharga yang aku punya. Aku bahagia sekali bersama harapan dan perkataan romantis ikut meriahkan indahnya malam itu dunia terasa milik berdua aku kamu dan kota purwokerto adalah sebuah kenangan yang akan selalu aku ingat sampai kapanpun, cerita ini aku tulis untuk mengabadikan sebuah moment yang begitu indah yang akan selalu aku kenang kapanpun dan dimanapun. Kataku terimakasih telah hidup teirmaksih telah dipurwokerto terimakasih telah memilih kampus yang sama terimakasih telah bersedia di organisasi yang sama terimakasih tidak menolak dan mengenalku kala itu. Bagiku kamu adalah seorang yang nantinya akan aku sayangi dan cintai di setiap kali bergantinya tahun, bulan, hari. Setiap waktu, jam, menit, detik. Semoga kamu orang yang senantiasas aku cari tatkala bangunku, dan semoga kamu orang yang senantiasa aku ucapkan selamat malam setiap waktu. Purwokerto, 31 Desember 2024 Purwokwerto, 1 Januari 2025 Atas nama yang berbahagia Fajri , Ranum

Rindu, Adalah Judulnya

Teramat anggun senyum wajahmu. Tutur kata yang lembut sopan saat masuk di telingga terasa adem di hati. Malam menyentuhku lewat pesan yang k...