Kamis, 04 Juli 2024

Pilihan Hati

Sebuah Pilihan Hati Terkadang apa yang baik untuk kita belum tentu itu baik, dan apa yang buruk untuk kita belum tentu buruk juga. Dalam hal ini yang saya maksud adaah pilihan hati, pernahkah kalian berfikir bahwa pilihan hati kalian yang sekarang itu tidak sempurna? Atau kalian masih suka membandingkan pilihan hati kalian dengan sesuatu yang lebih baik?
Jika iya.. Mungkin cara kita untuk mensyukuri dan menikmati pilihan kita itu yang salah. Terkadang kita tahu kelemahan ataupun kekurangan dari apa yang kita pilih, tetapi tetap kita pilih walaupun masih banyak yang lebih baik diluar itu. Tapi, perlu disadari bahwa semua yang kalian pikir tentang apa itu kekurangan ataupun kelemahan dalam pilihan hati kalian itu adalah kekurangan atau kelamahan. Dan belum tentu juga apa yang kalian pikir tentang kebaikan dan keunggulan dari hal yang lain itu juga yang baik dan yang unggul, kadang kita hanya kurang menikmati dan mensyukuri itu semua. Kita dirasa egois jika harus menuntut pilihan hati kita untuk menjadi suatu yang perfect dan sempurna sedangkan diri kita sendiri juga kadang tidak sempurna atau seperfect yang lain. Dalam kasus ini kita hanya dapat merubah mindset kita kepada pilihan hati kita, kenapa sejauh ini kalian masih bertahan dan bahkan memilihnya? Tanyakan kepada diri kalian sendiri dan hati kalian yang paling dalam. Mungkin caranya ia memperakukan mu sebagai salah satu pria paling beruntung di dunia? Atau caranya ia berkomunikasi denganmu? Atau hal baru yang ia ceritakan setiap kali kamu butuh hiburan? Hal sederhana dari setiap pilihan hati kalian yang sering kalian lalai atau abaikan dan kurang dinikmati apalagi di syukuri.

1/3 Malam

Sepertiga malam adalah waktu yang paling nyaman dan tenang untuk segala galanya. Maling yang memulai aksinya biasanya di lakukan tengah malam dengan berasalan sepi dan juga tenang. Sehingga aksinya kecil kemungkinan untuk ketahuan. Para pujangga cinta pun sama, ia biasanya menghabiskan sepertiga malam hanya untuk overthinking memikirkan kekasihnya, ia rasa di waktu ini memang waktu yang
pas udah menaru rasa galau yang ia rasa sepanjang siang menerpa. Para alim ulama ahli ibadah pun demikian menggunakan waktu sepertiga malamnya untuk merenung, berdoa, dan juga beribadah. Karena di waktu inilah doa mereka di ijabah. Tak lupa pula gammers biasanya mereka juga menghabiskan waktu malamnya karena ia rasa di sepertiga malam tak ada bocah yang dianggap beban di tim nya, sehingga dapat mendapatkan tim yang dirasa dewasa dan pro dalam bermain. Terintas dari itu semua, sepertiga malam memang semenenangkan itu dan se nyaman itu seolah olah apa saja yang kita lakukan ada di pihak kita, seolah-olah alam menyertai apa yang kita lakukan, entah itu kegiatan yang baik maupun buruk.

Kentut Jadi Gelut

(https://x.com/soulusiMY/status/1078970360266076161) Dari kentut jadi gelut Kentut manusia baunya minta ampun. Meskipun orangnya cantik ganteng ga ngaruh. Umumnya kentut ya bau. Lantas saya berfikir kok bisa ya gas yang keluar dari tubuh kita alias kentut itu justru malah terasa nikmat jikalau itu adalah kentut kita sendiri. Kadang malah kita pernah sesekali kalo ingin kentut justru menangkap gas yang keluar dengan tangan kemudian di buang tepat di depan hidung supaya benar-benar tercium nikmatnya. Tapi, kalo kita megendus kentut orang lain justru malah seperti orang kesetanan, langsunh di tutupi atau bahkan kalo sedang di tongkrongan atau kumpul dengan orang-orang apabila ada yang kentut justru semuanya lari dan saling tuduh. Timbulan sesuana yang gaduh. Dari peristiwa diatas saya kemudian sejenak merenung dan berusaha mengaitkan dengan dosa atau maksiat itu sama halnya dengan kentut kita sendiri. Begini kira-kira penjelasanya Kentut kita sendiri itu akan terasa nikmat oleh diri kita, tetapi akan terasa begitu bau dan sengat menyengat baunya ketika orang lain yang menciumnya, begitu juga sebaliknya. Padahal sama sama bau, hal ini karena mungkin faktor pembiasaan hidung kita terhadap bau yang kita hasilkan dari kentut itu sendiri. Apabila bau itu telah membersamai kita otomatis selama kita hidup bau itu menjadi bau yang tak lagi menjijikan dan bahkan bau itu berubah jadi sedap. Ini sama dengan halnya maksiat atau dosa ketika kita melakukan maksiat atau perbuatan yang menimbulkan dosa. Dosa itu akan terasa nikmat dalam diri kita, tetapi akan terasa begitu buruk di hadapan orang lain. Dan begitupula sebaliknya. Contoh kita sering melakukan maksiat mencuri misalnya dalam hal ini kita sering kali melakukan dosa yaitu dengan cara mencuri. Tetapi itu kita bela karena kebiasaan kita dan memang curian itu kecil halnya. Kemudian para koruptor pejabat negara yang melakukan korupsi atau pencurian itu lantas kita hukumi sebagai orang yang laknat dan kita anggap menjijikan. Padahal konsepnya sama-sama mencuri. Tidak ada takaran besar kecil mencuri karena pada dasarnya besar maupun kecil takaranya kita tetap tidak boleh untuk mencuri. Kasus lainya ketika kita di tongkrongan obrolan sedang hangat-hangatnya asik-asiknya tiba-tiba ada pemecah suasana yaitu suara kentut, lantas mereka lari kalang kabut dan sembari menutupi hidungnya karena mendapati suara dan juga bau kentut yang tiada tandinganya itu. Kita bisa langsung reflek untuk menghindarinya. Tetapi jika kita qiaskan kentut = dosa yang terjadi di lapangan justru sebaliknya. Ketika ada suatu tongkrongan mendapati ada yang melakukan maksiat malah kita membiarkanya amit-amit justru malah mendukung dan ikut serta. Jikalau kita sadar bahwa dosa ataupun maksiat tersebut adalah kentut pasti kita telah mati keracunan karena saking banyaknya kentut orang yang kita cium terus menerus.

Rindu, Adalah Judulnya

Teramat anggun senyum wajahmu. Tutur kata yang lembut sopan saat masuk di telingga terasa adem di hati. Malam menyentuhku lewat pesan yang k...