Minggu, 21 Januari 2024

Trilogi Perempuan Hebat

Aku persembahkan 3 Perempuan hebat dalam hidupku perempuan yang akan selalu saya prioritaskan sampi kapanpun. - Sisi kiri foto berkerudung biru, ialah ibuku. Namanya Solikhati perempuan kelahiran jawa tulen tahun 1970 an. Beliau adalah sosok perempuan yang pertama aku pandang saat pertama aku landing di dunia ini. Tak banyak bicara soal ibu, aku memanggilnya mama, aku hafal sekali sifatnya. Beliau merupakan ibu yang lembut, tegas, tapi crewet beliau selalu mengomel apapun tentang diriku, terutama soal hal yang menganggu kesehatanku, salah satu omelan yang tak bosan bosanya aku dengar ialah begini ; kemanapun saya pergi menggunakan motor entah jauh maupun dekat beliau selalu berpesan untuk selalu menggunakan jaket dan wajib untuk di resleting, nanti kalo ga di resleting bahaya bisa masuk angin dan ga bagus untuk tubuh katanya selalu. Kadang aku merasa bosan dan acuh saja, pasalnya tidak siang maupun malam celotehan itu selalu saya ia lontarkan. Waktu malam aku sedikit nurut tapi kalo siang, mana tahan siang-siang pakai jaket yang di resleting, yang ada berkeringat dan panas ketika berkendara, padahal kan pengen cari angin biar adem. Haha… Tapi, apapun itu beliau tidak pernah gagal menjadi ibu meskipun terkadang menyebalkan dan tak seperti ibu-ibu pada umumnya yang milenial dan mengikuti perkembangan zaman. Caranya mendidik dari aku kecil sampi sekarang masih cenderung kearah pendidikan yang kuno yang beliau pakai dari nenek moyang turun temurun. Semenjak aku berkuliah aku yang mencoba mengalah dan mengerti keadaan ibuku, ibu memang tak sama seperti yang lain yang update, berpendidikan dan bergaji besar, tapi, aku sadar caranya memberi kasih sayang, cinta yang ia beri tak dapat di samakan atau aku dapatkan dari perempuan ataupun ibu manapun selain ibuku. Rasa itu yang kemudian membuat ku sadar bahwa tak ada orang tua apalagi seorang ibu yang salah dalam mendidik anak-anak. Mereka akan terus berusaha semaksimal mungkin untuk kesejahteraan dan kebahagiaan anaknya tetapi, dengan limitasi dan keterbatasan pengetahuan yang mereka miliki. Tapi percayalah.. rasa cinta dan kasih sayang seorang ibu manapun tak ada kata / Limitasi / dan / Keterbatasan / untuk anaknya…. -Sisi Tengah Ialah ibu dari bapaku atau biasa aku panggin Nini, Nini dalam bahasa indonesia artinya Nenek. Beliau akarab di panggil Nini War atau Nenek War beliau ibu yang mempunyai 3 anak dan bapak ku adalah anak pertama dari neneku. Dan beliau mempunyai 9 cucu dan 1 cicit Hal yang ingin aku sampaikan disini ialah beliau merupakan orang yang paling sering ngasih aku uang setelah ibuku dari aku kecil sampe sekarang tak pernah berhentinya memberi uang ketika aku mampir ke rumahnya atau setelah mengantar beliau pergi entah ke puskesmas atau ke mana yang ia ingin tuju, Beliau memang cerewet seperti ibu ibu pda umumnya. Dan di matanya aku bisa di bilang cucu kesayanganya banyak sekali larangan, perintah, dan nasehat yang sering kali beliau lontarkan kepadaku ketika aku mengunjungi atau berbincang denganya sering kali beliau berpesan begini : Bocah bagus sekolah sing pinter sing sukses bisa nyenengna wong tua disit pahal sing bener mbeke mbojo aja mbono disit nek urung pahal aja kaya kakange kaya kae melasi bapake mamake pokoke mbesuk sing sukses dadi wong sing berguna, sholeh ya. Dengan harapan yang besar seperti itu terkadang aku justru malah pesimis bisakah aku menjadi apa yang beliau inginkan pasalnya aku masih seperti anak-anak lain pada umumnya yang masih fakir ilmu masih belum bagus, baik masih suka malas-malasan dan lain sebagainya. Tapi, aku yakin dengan adanya doa dan dukungan terus dari nenek maupun ibuku segala ucapan mereka yang di tujukan kepadaku aku hanya bisa terdiam dan berkata. Nggih bu/ni aamiin. Sebab tak ada doa yang lebih mujarab dari pada doa ibu kepada seorang anaknya . -Sisi kanan foto ialah ibu dari ibuku atau sering aku menyapanya dengan seputan Eyang / Mboke atau sama saja dengan Nenek, memang seperti itu di jawa ada banyak sekali sebutan pada satu kata benda bahkan beda desa pun terkadang beda penyebutan dalam hal hal tertentu. Eyang ini merupakan ibu dari 4 anak dan ibuku merupakan anak ke 3 dari eyangku, beliau mempunyai 10 cucu dan 2 cicit, dimana aku adalah cucu tertua ke 6 dari 10 cucunya. Eyang ini masih tinggal serumah denganku dan kedua orangtuaku pribadinya yang keras dan crewet kerap sekali menjadi permasalahan dalam keluarga sebab beliau sudah tua tapi masih suka petakilan atau dalam bahasa indonesia artinya suka bertingkah aneh tapi semua tingkah anehnya itu terkadang memang kesalahanya sendiri atau memang kurang mendapat perhatian dari sekitar. Aku mungkin cucu yang sering kena marah paling banyak dari eyangku ini karena beberapa hal seperti : bangun kesiangan, tidak sholat berjamaah, tidak bantu-bantu pekerjaan rumah (sebab kalo orang tua kerja biasanya eyang dengan inisiatif mengerjakan pekerjaan rumah) dan lain sebagainya. Ya bagaimana lagi, aku terkadang suka membantu cuman sebelum ingin membantu itu sudah di bilang dulu ‘Bocah wis gede ra gelem rewang-rewang’ katanya selalu aku adalah orang dengan tipe yang kalo mengerjakan sesuatu itu harus karena keinginanku sendiri bukan karena di suruh suruh dan kalo eyang dan orang tua tidak ada dirumah itulah surga bagiku karena bisa berleha-leha dan bisa mengerjakan sesuatu tanda di suruh dan keinginan sendiri itu justru lebih menyenangkan. Tapi, di samping sifatnya yang cerewet dan keras kepal itu beliau juga terkenal dengan tirakat ibadahnya yang manteb meskipun sudah sepuh beliau masih rajin beribadah yang sifatnya billah dengan Allah seperti sholat 5 wkatu di masjid, tahajud, dhuha, bahkan sampai berpuasa aku saja yang muda belum mampu megerjakanya. Tapi yang sifatnya billnas memang bagus tapi rada kureng hehe.. Ya begitulah meskipun aku sering kena marah tapi beliau tetap baik kepadaku sering memberi uang, dan membelikan pakaian atau yang lainya, tapi meskipun begitu beliau tetap sayang kepadaku. Itulau 3 perempuan hebat dalam kisah hidupku yang aku malu mengutarakanya secara langsung sebab aku adalah orang yang gengsi ketika berbicara soal perasaan haha.. terimakasih untuk mama, nini, eyang sebab telah hidup bersamaku dan aku bangga dan bersyukur ada dalam hidup kalian Kelak apa yang kalian ucapkan kepadaku harapan yang kalian harapkan kepadaku semoga Allah ijabahkan dan dipermudah dan tetap di jalan Allah sampai akhir hayatku dan semoga bisa berguna bagi masyarakat sekitar ❤️💕❤️🩷💖💞💕❤️🖤💕

Jumat, 19 Januari 2024

DEFINISI SENYUMU?

Manusia di ciptakan untuk saling menyapa entah dengan perkataan maupun senyuman. Senyum yang mendarat di bibirmu seakan lepas tanpa ada halangan yang menyimpan segala kerahasiaan Senyumu menawan, menunjukan keanggunan Wanita yang begitu ramah kepada khalayak ramai Membuat hati siapa saja yang memandanginya merasa damai Tapi, apakah senyumu memiliki arti sendiri Nona? Apakah dibalik senyum lebarmu itu menyembunyikan rasa yang ada di dalam hatimu? Atau, hanya aku saja yang mengira bahwa arti dari pada senyumu itu tanda engkau menyukai ku?

HUJANN

Ternyata ketenangan hujan di pagi hari sama seperti memiliki seorang wanita yang sama sama mencintai Senang rasanya di ingatkan, di pedulikan, di mengerti, saling memberi semangat tatkala kesibukan dan masalah silih datang berganti Kita juga manusia, punya naluri yang sama seperti yang lain memang mencari pasangan bukanlah satu dari sekian cara untuk mendapatkan ketenangan tapi, kita juga manusia dewasa yang wajar untuk saling jatuh cinta dan rasa ingin memiliki, bukan? Yang salah itu melewati batas dari rasa memiliki…. Seperti hujan, ia memberi ketenangan kepada siapa saja yang mendengarkan rintikanya. Tapi, hujan juga salah ketika ia melewati batasnya yang tak mau terus terang hingga membuat rasa khawatir yang terus menggenang

USAI, ATAU MEMULAI?

Hai? Apa kabar hati yang di landa gelisah Memilih usai atau memulai? Terkadang kita pernah berfikir untuk mengakhiri segala kisah cinta yang ada, atau memulai kisah baru untuk membuat cinta itu kembali ada. Terjebak dalam situasi yang bimbang antara usai atau memulai? Menemukan pengganti atas rasa yang pernah tersakiti tidaklah mudah, ia harus berjuang menyembuhkan luka yang ada hingga kini kau merasa bungah. Hati yang tak lagi milik siapa-siapa agaknya merasa bebas untuk berkelana Tapi, rasa dari pada penjelajah itu telah hilang mungkin keinginan masih ada, tapi rasa untuk memulai telah sirna. Aku pernah dipertemukan suatu kejadian dimana aku telah kehilangan seseorang yang aku kira akan menetap, ternyata cuman hinggap. tapi mengira saja sudah cukup membuatku bahagia. Aku terlalu effort mencintainya tanpa berfikir apakah ia juga mencintaiku? Memberikan segala rasa yang ada, perhatian, belas kasih sayang, ajakan healing, nonton, bahkan menemaninya berbelanja. Sampai sampai rela menjemputnya padahal belasan rintangan telah terpampang di depan mata. Kau trabas sebagai bentuk cinta. Katanya itu demi mendapatkan cinta sang pujangga. Haha…. Terlalu menaruh rasa kepada hati yang belum juga aku miliki seutuhnya membuat kaldu rasa kecewa. Se-excited itu aku menyambutmu dengan perayaan paling meriah dan kini yang ku dapatkan hanyalah patah hati Dan, Kurayakan itu juga dengan meriah Berhias kenangan Berlabelkan janji Yang tak kunjung kau tepati Hingga suatu masa beberapa kali aku menemukan wanita yang menurutku layak untuk ku berikan cinta Tapi apalah daya, Hati tak lagi berperasa. Segala gombalan Ucapan, kata selamat Bahkan jokes yang kau lontarkan hanya semata mata sebagai penghias kata saja. Tak ada satupun yang tepat menusuk di hati Tak ada satupun yang mampu membuatku jatuh hati semua yang kau lakukan atau aku lakukan hanya sebatas kata yang tak di labeli dengan rasa cinta. Hal ini berbeda ketika pertama aku mengenalmu betapa tatapan, ucapan, bahkan tindakan semua ber-asaskan cinta. Sehingga ia membuat hati menjadi taman yang penuh dengan se isi bunga. Mekar, harum dan warnanya indah, sejuk nan ranum. Rasa yang kini telah habis di tuangkan kepada gelas yang kosong terbuang sia-sia Kini aku harus kembali memungut rasa yang tumpah untuk membuatnya tumbuh dalam diri entah sekarang, besok, lusa, sewindu, seabad? Entahlah. Hal yang sekarang hanya bisa aku lakukan hanyalah menikmati patah hati dan menemukan jati diri sebagai mana umumnya lelaki. :)

Rindu, Adalah Judulnya

Teramat anggun senyum wajahmu. Tutur kata yang lembut sopan saat masuk di telingga terasa adem di hati. Malam menyentuhku lewat pesan yang k...